Dasar Menghafal Al-Qur’an Adalah Rasa Cinta

Inspirasi kajian Gurunda 1. Landasan Cinta dalam Menghafal Al-Qur’an Dasar menghafal Al-Qur’an di Markaz Al-Qur’an adalah rasa cinta terhadap kalāmullāh. Tanpa cinta, segala aktivitas Al-Qur’an terasa berat, penuh alasan, dan mudah ditinggalkan. Cinta memiliki dua makna: Allah ﷻ berfirman: “Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. Āli ‘Imrān: … Lanjutkan membaca Dasar Menghafal Al-Qur’an Adalah Rasa Cinta

Refleksi Kemerdekaan: Hak Al-Qur’an dan Amanah Kemerdekaan

Kemerdekaan Republik Indonesia yang Allah ﷻ anugerahkan bukan sekadar bebas dari penjajahan, tetapi juga sebuah amanah besar yang harus dijaga. Amanah itu hanya dapat dipelihara jika bangsa ini kembali kepada petunjuk Allah, yaitu Al-Qur’an al-Karim. Hasan al-Bannā pernah menulis tentang hak Al-Qur’an. Beliau menggambarkan keadaan umat Islam yang ironis: seakan-akan menjaga Al-Qur’an, tetapi pada hakikatnya mengabaikannya. Membacanya dengan suara indah, menghiasinya di mushaf-mushaf mewah, tetapi … Lanjutkan membaca Refleksi Kemerdekaan: Hak Al-Qur’an dan Amanah Kemerdekaan

Perayaan atau Pelupaan?

Setiap 17 Agustus rakyat Indonesia merayakan kemerdekaan. Kibaran bendera, lomba-lomba, karnaval, hingga hiburan jalanan seakan menjadi pemandangan wajib. Namun, pernahkah kita bertanya: kemerdekaan seperti apa yang kita rayakan? Sejarah mencatat, negeri ini berdiri bukan dengan hura-hura, bukan dengan joget-joget, melainkan dengan darah, nyawa, dan takbir para pejuang Muslim. Palestina adalah negeri pertama yang mengakui kemerdekaan kita, karena ukhuwah Islamiyah yang begitu kuat. Kyai Su’ud AlHafidz … Lanjutkan membaca Perayaan atau Pelupaan?

Sebuah Big Bang dalam jiwa

“Ketika ‘Adzin’ Meledakkan Kesadaran“ Dalam QS Al-Hajj ayat 27, Allah berfirman: وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ “Dan serukanlah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan dengan mengendarai unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS Al-Hajj: 27) Satu kata pertama yang menggetarkan jiwa dari ayat ini … Lanjutkan membaca Sebuah Big Bang dalam jiwa

Kehendak Alloh

Antara “Yurīdu” dan “Yasyā’u” Dalam memahami kehendak Allah (masyi’ah) dalam Al-Qur’an, para ulama tafsir menemukan dua bentuk kata yang digunakan: “yurīdu” (يُرِيدُ) dan “yasyā’u” (يَشَاءُ). Keduanya sama-sama diterjemahkan sebagai “Allah menghendaki”, namun maknanya memiliki perbedaan yang penting. Perbedaan ini membawa konsekuensi besar terhadap bagaimana manusia memahami takdir, kebebasan memilih, serta tanggung jawab di hadapan syariat. Para ulama, di antaranya Imam Al-Raghib al-Ashfahani dan Imam Ibnul … Lanjutkan membaca Kehendak Alloh