Fikroh Istajibu

Makna Istajibu dalam Al-Qur’an Istajibu berasal dari kata استجاب yang berarti “menyambut”, “menanggapi”, atau “menjawab dengan kepatuhan”. Dalam konteks keimanan, istajibu berarti seseorang dengan segera menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya dengan keyakinan dan kepatuhan penuh. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyeru kamu kepada sesuatu … Lanjutkan membaca Fikroh Istajibu

Ilmu yang Menyuburkan Hati

———– Di sebuah desa yang jauh dari keramaian kota, hiduplah seorang kakek bijaksana bersama cucu laki-lakinya yang masih belia. Setiap hari, sang kakek meminta cucunya untuk mengambil air dari sungai menggunakan ember tua yang berlubang-lubang. “Kakek, ember ini sudah rusak. Airnya banyak yang tumpah di jalan. Mengapa kita tidak mengganti ember yang lebih baik?” tanya sang cucu pada hari pertama. Kakek hanya tersenyum. “Lakukan saja, … Lanjutkan membaca Ilmu yang Menyuburkan Hati

Antara tunduk patuh dan kemuliaan

1. Semua yang Disembah Selain Allah adalah Makhluk yang Lemah Allah berfirman dalam QS. Al-A’raf: 194:“Sesungguhnya mereka yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (hamba) seperti kamu. Maka serulah mereka, lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.” Ayat ini menegaskan bahwa segala yang disembah selain Allah, baik itu patung, manusia, atau makhluk lain, adalah sama-sama hamba Allah. Mereka tidak memiliki kekuatan … Lanjutkan membaca Antara tunduk patuh dan kemuliaan