Hidayah yang Berkembang

Hidayah adalah anugerah Allah yang memiliki karakter berkembang. Ia bisa bertambah, bisa pula berkurang. Maka, sebagaimana seseorang bisa stres jika saldo rekening berkurang, seharusnya ia jauh lebih gelisah jika hidayahnya berkurang. Karena hidayah adalah cahaya yang membimbing hidup, sedangkan uang hanya alat bantu dalam hidup. Lihatlah argo taksi, walau kendaraan itu macet, argonya tetap berjalan. Demikian pula amal kebaikan yang dilakukan karena iman. Duduk diam … Lanjutkan membaca Hidayah yang Berkembang

Aidin dan Faizin versi Alquran

Sebagian ulama mengatakan bahwa kebahagiaan sejati hanya layak disebut sa’adah jika terjadi di akhirat. Adapun kesenangan dunia, itu hanyalah kesenangan semu, atau dalam istilah Al-Qur’an disebut mataa’ul ghurur—kenikmatan yang menipu. Maka, ketika kita menyaksikan penderitaan kaum muslimin di Gaza, jangan terburu-buru mengatakan mereka tidak bahagia. Justru sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang merasakan kebahagiaan batin dan kelezatan iman yang tidak bisa dicapai oleh para mutrafiin—orang-orang yang … Lanjutkan membaca Aidin dan Faizin versi Alquran

Gengsi dalam Menerima Al-Qur’an

Allah berfirman: وَقَالُوا۟ لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنَ ٱلْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ “Dan mereka berkata, ‘Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang tokoh besar dari salah satu dua negeri (Makkah atau Thaif)?’” (QS. Az-Zukhruf: 31) Ayat ini menjelaskan salah satu alasan penolakan manusia terhadap Al-Qur’an, yaitu faktor gengsi. Kaum Quraisy merasa bahwa jika Al-Qur’an benar-benar berasal dari Allah, seharusnya ia diturunkan kepada tokoh besar yang … Lanjutkan membaca Gengsi dalam Menerima Al-Qur’an

Tarbiyah Lailatul Qadr

Hanya Allah yang menggerakkan langkah kita menuju masjid, memberi kesabaran dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, dan menguatkan kita dalam ketaatan. Tidak ada ketaatan kecuali karena taufik dari Allah. Sebagaimana firman-Nya: “Tetapi Allah menjadikan kamu mencintai keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus. (Itu semua adalah) karunia dan nikmat … Lanjutkan membaca Tarbiyah Lailatul Qadr

Mendidihkan Air Ruh Al-Qur’an

Mihrab Masjid Raya Habiburahman menjadi saksi bisu sebuah percakapan ilmu selepas kajian Subuh, 25 Ramadhan 1446 H. Dalam suasana yang penuh keberkahan, Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur Ra’uf, Lc. Al-Hafidz berbincang dengan Ust. Sucipto, Alhafidz, sementara admin KaliSantri.com mendengarkan dengan saksama, sembari memijat Gurunda dengan niat agar apa yang dicatat dalam hati menjadi bagian dari kontribusi dakwah. Saat itu, admin penasaran dengan kehadiran ruh Al-Qur’an … Lanjutkan membaca Mendidihkan Air Ruh Al-Qur’an