Hisyam Khoirul Azzam
Dalam ilmu modern, kita sepakat bahwa serat laba-laba itu luar biasa kuat. Para ilmuwan menyebut jaringnya bisa lima kali lebih kuat daripada baja dengan berat yang sama. Bahkan ada penelitian yang mencoba meniru serat laba-laba untuk bahan konstruksi. Hebat, kan?
Tapi… Al-Qur’an justru menyebut rumah laba-laba sebagai rumah yang paling rapuh:
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-‘Ankabut: 41)
Apakah Al-Qur’an keliru? Tentu tidak. Karena yang dimaksud rapuh bukan benangnya, melainkan rumah tangganya.
Rapuhnya Rumah Laba-Laba
Rumah laba-laba memang tak bisa disebut rumah dalam arti sebenarnya. Tidak ada genteng yang melindungi panas, hujan, atau gangguan luar. Sedikit angin atau sapu emak-emak saat bersih-bersih, langsung hancur berantakan.
Lebih parah lagi, “hubungan keluarga” di rumah laba-laba juga tidak harmonis. Dalam banyak jenis laba-laba, betinanya sering memangsa jantannya setelah berkembangbiak. Bayangkan kalau manusia meniru kebiasaan ini, gak lama habis resepsi langsung jadi janda baru. Dunia bisa penuh single mom!
Maka wajar bila Allah ﷻ menyebut rumah laba-laba sebagai rumah yang paling rapuh. Bukan karena benangnya, tapi karena tidak ada ketenangan dan ketahanan di dalamnya.
Rumah Tangga yang Kokoh
Kalau dipikir-pikir, jangan-jangan rumah tangga manusia pun bisa mirip rumah laba-laba. Tampak ada “rumah”, tapi di dalamnya tidak ada kedamaian. Ada yang rumahnya megah, tapi penghuninya saling curiga, saling sikut, atau saling mengatur tanpa musyawarah. Itu sama saja rapuh.
Al-Qur’an mengajarkan, rumah tangga yang kokoh bukan diukur dari seberapa kuat dindingnya, tetapi dari isi di dalamnya: iman, cinta, dan saling menjaga. Allah ﷻ berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21)
Inilah fondasi yang membuat rumah tangga lebih kokoh daripada istana sekalipun. Meski atapnya hanya seng bocor, kalau di dalamnya ada cinta dan iman, ia tetap jadi surga kecil di dunia.
Jangan Jadi Laba-Laba di Rumah Sendiri
Jadi, jangan sampai rumah kita mirip rumah laba-laba: rapuh di luar, rusak di dalam. Suami-istri bukan untuk saling memangsa, tapi untuk saling menjaga. Kalau ada masalah, jangan jadi “laba-laba betina” yang memakan suami.
Rumah tangga itu kuat bukan karena tampilannya, tapi karena isinya. Selama di dalamnya ada sakinah, mawaddah, dan rahmah, insyaAllah rumah kita akan kokoh—meski sederhana.
Rumah laba-laba mengajarkan kita bahwa kekuatan sejati bukan ada pada serat yang tampak kokoh, tetapi pada ikatan batin yang penuh cinta. Semoga rumah tangga kita tidak seperti rumah laba-laba yang rapuh, tetapi menjadi rumah tangga yang diridhai Allah ﷻ.
Depok, 30 Sept 2025
Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
