Bahagia bersama Alquran

Dalam kehidupan ini, manusia tidak akan lepas dari ujian. Ada yang diuji dalam ketaatan, ada pula yang diuji dalam maksiat. Namun, sebaik-baik jalan adalah jalan orang-orang yang tetap istiqamah dalam keimanan, meski harus menghadapi kesulitan dan kelelahan. QS. Ar-Ra’d ayat 34–36 memberikan gambaran tentang ancaman bagi pendosa, janji surga bagi yang bertakwa, dan kebahagiaan hakiki bersama Al-Qur’an. Mari kita tadabburi ayat-ayat ini sebagai penguat semangat untuk terus beramal dan mencintai Al-Qur’an.


1. Ancaman Adzab bagi Orang yang Durhaka (QS. Ar-Ra’d: 34)

“Bagi mereka azab di kehidupan dunia, dan sungguh azab akhirat itu lebih berat (asyaddu), dan mereka tidak mempunyai pelindung dari (azab) Allah.” (QS. Ar-Ra’d: 34)

Jangan disangka ketika Allah membiarkan kejahatan manusia, itu artinya Allah tidak peduli. Tidak! Allah Maha Mengawasi. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam murka kepada seorang wanita yang menyiksa seekor kucing hingga mati (HR. Bukhari), dan melarang menjadikan hewan hidup sebagai sasaran memanah (HR. Muslim).

Jika terhadap binatang saja demikian, bagaimana dengan manusia yang berdosa meski mengaku taat?

Menariknya, Allah memakai kata al-‘adzâbul asyaqq — azab yang sangat berat. Kata asyaqq berasal dari syaqq, yang berarti kesulitan luar biasa yang dibenci manusia. Ayat ini menggambarkan bahwa para musuh Islam sungguh-sungguh (syaqq) dalam memerangi umat, maka wajar jika balasan mereka adalah adzab yang lebih berat (asyaqq). Balasan setimpal dari Allah Yang Maha Adil.


2. Malu-lah Orang Beriman Jika Kalah dari Kafir dalam Perjuangan

QS. Al-Anfal ayat 36 menyebutkan bahwa orang kafir menginfakkan hartanya untuk menghalangi jalan Allah, meskipun dengan susah payah.

Jika mereka bersungguh-sungguh untuk kekufuran, maka seharusnya orang beriman lebih bersungguh-sungguh dalam amal shalih.

Para penghafal Al-Qur’an yang menghadapi kesulitan dalam menghafal, seringkali tidak mensyukurinya. Padahal mereka sedang dimuliakan dengan amal tersebut. Bukankah semua orang juga lelah mencari nafkah? Jika kelelahan itu dijalani fisabilillah, maka itu adalah kemuliaan, bukan beban.

Allah berfirman:

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam kesulitan (kabad).” (QS. Al-Balad: 4)

Beruntunglah mereka yang kesulitannya dijalani dalam ketaatan kepada Allah. Malangnya mereka yang lelahnya justru untuk bermaksiat.


3. Gambaran Surga: Ketenangan Jiwa dan Kenikmatan yang Abadi (QS. Ar-Ra’d: 35)

“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa: di bawahnya mengalir sungai-sungai, buah-buahannya tiada henti, dan naungannya pun demikian…” (QS. Ar-Ra’d: 35)

Dalam ayat ini, Allah tidak menyebut nama surga secara langsung, tetapi menggambarkan isinya. Ini untuk mengarahkan fokus orang beriman pada isi dan kenikmatannya, bukan sekadar namanya.

Allah menyebut:

  • Sungai yang mengalir: simbol ketenangan dan kenyamanan jiwa.
  • Buah-buahan yang terus-menerus (ukuluha daaimun): menunjukkan kelimpahan rezeki yang tidak terputus.
  • Naungan yang tetap: gambaran keamanan dan keteduhan abadi.

Ahli kesehatan pun menyebut bahwa buah-buahan menyumbang 80% dari kebutuhan makanan sehat manusia. Maka wajar bila surga digambarkan dengan kebun yang subur dan buah-buahan yang lezat.

Anehnya, ada yang mencemooh kaum muslimin karena sering berdoa minta surga dan berlindung dari neraka. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan:

“Ya Allah, aku mohon surga dan aku berlindung dari neraka.” (HR. Abu Dawud)

Sangat keliru jika karena ejekan manusia, seseorang malah berhenti berdoa!


4. Seberapa Bahagia Kita dengan Al-Qur’an? (QS. Ar-Ra’d: 36)

“Dan orang-orang yang telah Kami beri Kitab bergembira dengan apa yang diturunkan kepadamu…” (QS. Ar-Ra’d: 36)

Ayat ini menjadi ajakan untuk muhasabah: benarkah kita bahagia bersama Al-Qur’an?

Lisannya mungkin mengatakan cinta, tapi baca 5 menit saja sudah lelah. Hafalan baru beberapa ayat sudah mengeluh. Orang yang benar-benar bahagia dengan Al-Qur’an akan menikmati setiap bentuk interaksi dengannya: tilawah, tahfidz, tafsir, hingga qiyamullail.

Maka mintalah:

“Allâhumma-rhamnâ bil-Qur’ân” – Ya Allah, rahmatilah kami melalui Al-Qur’an.

Orang yang bahagia dengan hobinya — entah itu HP, rokok, atau memancing — tak mau berpisah dengannya. Maka, mohonlah kepada Allah agar kita bahagia bersama Al-Qur’an, baik dalam suka maupun duka.

Jika suatu saat rasa bahagia itu menghilang, maka:

  • Istighfar
  • Kembali ke Allah
  • Renungkan: “Kenapa aku bisa bahagia ketemu keluarga dan teman, tapi tidak bahagia saat ketemu Al-Qur’an?”

5. Waminal Ahzab: Siapa Musuh Allah dan Al-Qur’an?

“…dan sebagian dari golongan-golongan (al-ahzab) mengingkari sebagiannya.” (QS. Ar-Ra’d: 36)

Kata al-ahzab mengacu pada Yahudi, Nasrani, dan seluruh pihak yang memusuhi Al-Qur’an dan Islam. Bahkan jika seseorang menolak satu ayat saja dari Al-Qur’an, dia sudah termasuk dalam kelompok ini. Misalnya: menerima shalat dan puasa, tapi menolak syariat Al-Qur’an dalam mengatur negara.

Menentang presiden saja bisa berurusan hukum, apalagi menentang Allah?

Maka jangan pernah lemah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an. Jadilah jundullah — pasukan Allah — yang taat kepada-Nya. Niatkan setiap interaksi dengan Al-Qur’an untuk meningkatkan takwa, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.


Penutup: Jangan Lelah Cinta Al-Qur’an

Kelelahan orang beriman akan berhenti saat menginjakkan kaki di surga. Maka jangan mengeluh bila sulit menghafal, tilawah, atau bangun malam. Justru itulah bukti cinta sejati: tetap bersama Al-Qur’an dalam susah maupun senang.

Berdoalah seperti yang diajarkan Rasulullah:

“Ya Allah, jadikan Al-Qur’an sebagai musim semi hati kami, cahaya dada kami, penghilang kesedihan kami, dan penawar kegelisahan kami.” (HR. Ahmad)

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bahagia bersama Al-Qur’an, hingga kelak dikumpulkan bersama para Ahlul Qur’an di surga-Nya.


=======================
Hisyam Khoirul Azzam
Catatan inspirasi dari nguping kajian Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur’rauf, Lc. Alhafidz.

#hisyamkhoirulazzam #kalisantripabelan #markazalquranindonesia


Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar