Ada yang pernah merasa begini: “Katanya Al-Qur’an itu dimudahkan, tapi kok kenyataannya berat banget ya? Berat baca satu halaman, apalagi satu juz. Berat buka aplikasi Al-Qur’an di HP, padahal tinggal klik. Berat pegang mushaf, berat buka, berat tilawah, berat hafalan, berat murojaah, apalagi buat qiyamul lail. Semua serba berat!”
Kalau kamu pernah merasakannya, kamu gak sendirian. Banyak orang merasakan hal yang sama. Tapi anehnya, Allah justru berfirman:
“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”
(QS. Al-Qamar: 17, 22, 32, 40)
Ayat ini diulang empat kali dalam satu surat. Artinya, Allah benar-benar menegaskan: “Al-Qur’an itu mudah.”
Tapi di sisi lain, Al-Qur’an juga menggambarkan dirinya sebagai sesuatu yang berat:
“Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.”
(QS. Al-Muzzammil: 5)
Nah lho! Ini kok seolah-olah bertentangan? “Dimudahkan” tapi “berat”?
Mari kita luruskan. Bukan ayatnya yang bertolak belakang, tapi cara kita memahami dan meresapinya yang belum dalam.
1. Dimudahkan oleh Siapa?
Perhatikan lagi ayat QS. Al-Qamar itu. Allah berfirman:
“وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ” – “Dan sungguh, Kami mudahkan…”
Fokus pada kata “Kami” — ini bukan soal kita yang mampu atau jago. Ini tentang Allah yang memudahkan. Jadi kalau kita merasa belum mudah, bisa jadi bukan karena Al-Qur’an-nya yang sulit, tapi karena kita belum sungguh-sungguh minta dimudahkan oleh Allah. Belum dekat. Belum tunduk. Belum serius.
2. Kenapa Masih Berat?
Kalau Al-Qur’an sudah Allah mudahkan, tapi kita masih merasa berat, jangan-jangan yang bermasalah itu bukan Al-Qur’annya, tapi hati kita.
Berat baca Al-Qur’an bukan karena font-nya kecil atau karena HP-nya lemot, tapi karena dosa-dosa yang menumpuk, yang bikin hati bebal dan gelap.
“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan telah menutupi hati mereka.”
(QS. Al-Muthaffifin: 14)
Dan mungkin juga karena niat kita belum bersih. Kita pengen dekat dengan Al-Qur’an, tapi cuma pas semangat doang. Gak konsisten. Gak serius. Atau bahkan kita belum pernah berdoa dengan sungguh-sungguh, “Ya Allah, mudahkan aku berinteraksi dengan Al-Qur’an.”
3. Subuh adalah “Alquran Fajr”
Ini bagian yang bikin merinding. Kita ngaku beriman, ngaku cinta Allah, tapi sholat Subuh saja masih bablas. Padahal itu ukuran dasar banget. Bukankah Rasulullah bersabda:
“Sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Subuh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Subuh itu awal hari. Kalau dari awal hari aja udah kalah sama kasur, gimana mau kuat menapaki jalan kebaikan yang lebih berat?
Ini musibah besar. Bukan karena bangun Subuh itu mustahil. Tapi karena iman kita lemah dan kemauan kita tumpul. Berat bukan karena Subuh-nya, tapi karena kita menyepelekan.
4. Kuncinya: Minta Tolong Sama Allah
Jadi bagaimana solusinya? Jawabannya cuma satu: kembali ke Allah. Minta ditolong. Minta dimudahkan.
“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.”
(QS. Al-Fatihah: 5)
Kalau kita jujur minta tolong, Allah pasti bantu. Karena janji-Nya:
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Thalaq: 2-3)
Termasuk rezeki kemudahan berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Penutup:
Al-Qur’an itu memang perkataan yang berat. Tapi menjadi ringan ketika Allah yang memudahkan. Dan Allah hanya memudahkan bagi yang sungguh-sungguh ingin dekat.
Kalau hari ini kamu merasa jauh dari Al-Qur’an, merasa berat pegang mushaf, berat murojaah, berat qiyam, berat istiqomah — jangan tunggu lebih lama. Segera minta kepada Dzat yang Maha Memudahkan: “Ya Allah, mudahkan aku untuk dekat dengan firman-Mu.”
Bukan cuma butuh niat, tapi juga butuh taubat.
Karena bisa jadi yang menghalangi kita dari Al-Qur’an bukan karena sibuk, tapi karena hati yang sudah terlalu kotor untuk menerima cahaya.
Hisyam Khoirul Azzam, inspirasi nasehat KH. Abdul Aziz Abdur Ra’uf, Lc. Al-Hafidz
Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
