
Syetan adalah musuh nyata bagi manusia. Sejak awal penciptaan Adam, syetan telah bersumpah akan menyesatkan keturunannya (QS. Al-A’raf: 16-17). Tidak ada satu pun kondisi manusia yang luput dari tipu daya syetan—baik saat beribadah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam peristiwa besar seperti perang, syetan berperan aktif dalam menyesatkan manusia.
Strategi Syetan: Membuat yang Sesat Percaya Diri, Membuat yang Benar Ragu
Dalam Perang Badr, syetan hadir untuk meneguhkan hati orang-orang kafir. Ia berkata kepada mereka:
“Hari ini, tidak ada yang bisa mengalahkan kalian. Aku akan menjadi pelindung kalian.”
Namun, ketika dua pasukan telah bertempur, syetan berlepas diri:
“Sesungguhnya aku melihat apa yang kalian tidak lihat (yaitu para malaikat), sesungguhnya aku takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.” (QS. Al-Anfal: 48).
Lihatlah betapa liciknya syetan! Ia membangkitkan kepercayaan diri dalam kebatilan, tetapi ketika kebenaran mulai nyata, ia meninggalkan para pengikutnya dalam kehancuran. Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari:
- Orang yang berada di jalan sesat dibuat percaya diri. Mereka merasa langkah mereka benar, tanpa keraguan sedikit pun.
- Orang yang berada di jalan kebenaran dibuat ragu. Syetan membisikkan: “Mana buktinya? Sudah qiyamullail, sudah beribadah, kok tetap kalah?”
Syetan selalu mencari celah untuk menjatuhkan manusia. Jika ia tidak bisa menyesatkan secara langsung, ia akan melemahkan semangat dan menanamkan rasa putus asa.
Solusi: Menjaga Diri dengan Dzikir yang Diajarkan Rasulullah ﷺ
Allah tidak membiarkan hamba-Nya tanpa perlindungan. Rasulullah ﷺ memberikan solusi agar kita memiliki “antibodi” dari godaan syetan. Salah satunya adalah dzikir tahlil:
- Membaca “Laa ilaaha illallah, wahdahu laa syarika lah…”
- 10 kali setelah setiap sholat fardhu.
- 100 kali di waktu pagi.
- Dzikir ini adalah benteng pertahanan.
- Dibaca pagi, akan dilindungi Allah sampai petang.
- Dibaca petang, akan dilindungi Allah sampai pagi.
Maka, bagaimana tanggapan kita? Menyerah karena merasa sulit?
Belum dicoba, kok sudah menyerah? Cukup 15 menit setiap pagi, tetapi perlindungan Allah menyertai sepanjang hari.
Para Ulama Tidak Pernah Meninggalkannya
Lihat bagaimana para ulama menjalani hidup mereka:
- Abdullah bin Umar membebaskan budak yang tampak lebih baik imannya.
- Mereka tidak takut kehilangan harta di jalan Allah.
- Mereka lebih malu jika jatuh dalam maksiat daripada tertipu dalam kebaikan.
Jangan sampai hidup kita berlalu tanpa pernah merasakan pengalaman spiritual ini! Rasakan kesabaran dalam berdzikir, karena manfaatnya abadi, meskipun dunia berubah.
Bisa yuk! mulailah hari ini. Baca dzikir pagi, minta kekuatan kepada Allah, dan jadilah hamba yang dijaga dari godaan syetan!
=======================
Hisyam Khoirul Azzam
Bada Subuh, 23 Maret 2025
Catatan inspirasi dari nguping kajian Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur’rauf, Lc. Alhafidz.
#hisyamkhoirulazzam #kalisantripabelan #itikaf
Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
