
Rezeki adalah ketetapan Allah yang diberikan kepada setiap makhluk-Nya. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
(QS. Al-Mulk: 15)
Ayat ini mengajarkan bahwa manusia harus berusaha dalam mencari rezeki, sebagaimana burung yang keluar di pagi hari dengan perut kosong dan pulang sore dalam keadaan kenyang. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.”
(HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Hadis ini menegaskan bahwa tawakal bukan berarti diam tanpa usaha. Burung tetap terbang mencari makanan, bukan hanya berdiam di sarangnya menunggu rezeki datang. Sehingga, memahami konsep rezeki harus seimbang antara usaha dan tawakal.
Distribusi Rezeki: 25% Jatah, 25% Usaha, 25% Taqwa, 25% Syukur
Dalam Islam, rezeki tidak hanya sebatas materi, tetapi juga keberkahan yang diperoleh dari ketaatan kepada Allah. Konsep ini dapat dibagi menjadi empat aspek:
- 25% Jatah
Allah telah menetapkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya ruh kudus (Jibril) telah membisikkan dalam hatiku bahwa tidaklah seorang pun meninggal kecuali setelah sempurna rezekinya.”
(HR. Ibnu Hibban dan Hakim) - 25% Usaha
Rezeki harus dijemput dengan ikhtiar. Allah berfirman: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah, serta ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Jumu’ah: 10) - 25% Taqwa
Ketaatan kepada Allah menjadi sebab terbukanya pintu rezeki. Allah berfirman: “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Talaq: 2-3) Amal saleh seperti membaca Al-Qur’an, mendirikan shalat, dan berzikir juga termasuk cara mendatangkan rezeki yang penuh keberkahan. - 25% Syukur
Bersyukur atas rezeki yang diberikan akan melipatgandakan nikmat tersebut. Allah berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.”
(QS. Ibrahim: 7)
Pelajaran dari Burung Gagak: Yakin kepada Rezeki Allah
Ada sebuah kisah menarik tentang burung gagak yang dapat dijadikan ibrah dalam memahami konsep rezeki. Anak burung gagak (bughats) yang baru lahir memiliki kulit berwarna putih, berbeda dengan induknya yang berwarna hitam. Karena perbedaan ini, induk gagak sering meninggalkan anaknya, menganggapnya bukan keturunannya.
Namun, Allah yang Maha Pemelihara tidak membiarkan anak gagak kelaparan. Allah memberikan bau tertentu pada tubuhnya sehingga serangga datang dan menjadi makanan bagi anak burung tersebut. Setelah anak gagak tumbuh besar dan berubah menjadi hitam, barulah induknya mengakui dan merawatnya.
Kisah ini mengajarkan bahwa Allah pasti mencukupi rezeki setiap makhluk-Nya, bahkan bagi mereka yang tampaknya tidak memiliki daya untuk berusaha. Maka, tidak sepantasnya seorang Muslim mengabaikan keyakinan kepada Allah dan mencari rezeki dengan cara yang haram, seperti pesugihan, perdukunan, atau perbuatan syirik lainnya.
Doa Memohon Rezeki Seperti Anak Burung Gagak
Sebagian ulama menukil sebuah doa yang meminta rezeki sebagaimana Allah memberikan rezeki kepada anak burung gagak yang ditinggalkan induknya. Doanya sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا كَمَا تَرْزُقُ الْبُغَاثَ
“Allāhumma urzuqnā kamā tarzuqu al-bughāṡa.”
Artinya:
“Ya Allah, berilah kami rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kepada bughats (anak burung gagak).”
Referensi doa ini ditemukan dalam beberapa kitab doa dan dzikir, serta dinukil dari kisah ulama Suriah yang selalu melantunkan doa ini.
Semoga kita termasuk hamba yang selalu bersyukur dan menjalani hidup dengan usaha, taqwa, tawakal, dan penuh keberkahan. Wallahu a’lam.
=======================
Hisyam Khoirul Azzam
Bada Subuh, 16 Maret 2025
Catatan inspirasi dari nguping kajian Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur’rauf, Lc. Alhafidz.
#hisyamkhoirulazzam #kalisantripabelan
Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
