
Al-Qur’an adalah ruh bagi para kader dakwah. Sebagaimana tubuh membutuhkan oksigen, seorang da’i membutuhkan Al-Qur’an sebagai sumber kekuatan dan petunjuk dalam setiap langkahnya. Oleh karena itu, jangan sampai berlalu sebulan tanpa khatam, dan jika dalam sehari belum mampu membaca satu juz, gantilah di hari lain. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang membaca Al-Qur’an sementara ia mahir dengannya, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan taat. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa sulit, maka ia mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kita hanyalah debu dibanding para pendahulu dakwah ini. Beliau telah hafal Al-Qur’an sejak usia 10 tahun. Sejak kecil, kecintaan terhadap Islam sudah tertanam dalam dirinya. Diceritakan bahwa saat masih SD, ketika waktu shalat tiba dan belum ada yang mengumandangkan adzan, ia berinisiatif mengumandangkannya. Pernah suatu ketika, ia melihat patung di pantai yang mengandung unsur syubhat, lalu ia mendatangi kapten yang bertanggung jawab dan meminta agar patung itu dihancurkan. Bahkan dalam pelajaran mengarang, ketika teman-temannya menulis cerita sederhana, ia menulis tentang cita-cita besar dakwah masa depan hingga kehabisan kertas.
Mungkin kita tidak bisa menjadi seperti beliau, tetapi kita bisa menjadi pendukung dakwahnya. Nabi ﷺ bersabda:
“Barang siapa menyiapkan perlengkapan bagi seorang pejuang di jalan Allah, maka ia juga mendapatkan pahala seperti orang yang berjuang.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sungguh ironis jika ada yang meninggalkan dakwah ini, sementara pendahulu dakwah rela mempertaruhkan nyawa demi menegakkan Islam. Saat mereka ditindas di negeri sendiri, dakwah justru semakin menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke negeri kita. Inilah bukti makar Allah yang tak terkalahkan. Maka jangan sampai kita justru ikut melemahkan dakwah ini dengan lalai dalam tilawah dan mengabaikan Al-Qur’an.
Usulan untuk Para Penggerak Dakwah
1. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an
Tilawah bukan sekadar ibadah pribadi, tetapi juga cara melembutkan hati dan menguatkan ruhiyah dalam dakwah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya hati ini berkarat sebagaimana besi berkarat karena air. Para sahabat bertanya, ‘Apa pembersihnya, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Banyak mengingat mati dan membaca Al-Qur’an.'” (HR. Baihaqi)
Menghafal Al-Qur’an membutuhkan pengulangan yang banyak. Jangan berfokus pada mengapa hafalan sulit melekat, tetapi tanyakan sudah berapa kali kita mengulanginya. Imam Az-Zarnuji dalam Ta’limul Muta’allim berkata:
“Hafalan yang sedikit diulang-ulang lebih baik daripada hafalan banyak yang jarang diulang.”
Fokuslah pada pengulangan, karena kecerdasan bukan faktor utama dalam hafalan, melainkan banyaknya interaksi dengan ayat-ayat Allah.
2. Menjadikan Al-Qur’an sebagai Sumber Hukum
Al-Qur’an adalah hukum Allah yang harus ditegakkan di muka bumi. Allah berfirman:
“Dan barang siapa tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Ma’idah: 44)
Kerusakan yang terjadi di dunia saat ini, seperti maraknya korupsi, perzinaan, dan kehancuran rumah tangga, menunjukkan bahwa sistem yang digunakan bukanlah sistem yang diridai Allah. Kita harus andil dalam perbaikan ini, bukan malah ikut menambah kerusakan.
Dakwah bukan hanya seruan lisan, tetapi juga upaya nyata dalam menegakkan kebenaran. Allah berjanji:
“Jika kalian menolong agama Allah, maka Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (QS. Muhammad: 7)
Zionis sendiri mengakui bahwa pejuang di Gaza lebih unggul karena mereka berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan melibatkan Allah dalam perjuangan mereka. Maka, sungguh aneh jika kita tidak menjadikan hubungan dengan Al-Qur’an sebagai kekuatan utama dalam dakwah ini.
Marilah kita terus menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan kita. Semoga Allah menjadikan kita bagian dari barisan para pejuang-Nya yang tetap istiqamah dalam menegakkan kalimat-Nya di muka bumi.
Wallahu a’lam.
=======================
Hisyam Khoirul Azzam
Bada Subuh, 9 Maret 2025
Catatan inspirasi dari nguping kajian Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur’rauf, Lc. Alhafidz.
#hisyamkhoirulazzam #kalisantripabelan
Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
