Siang dan Malam: Sumpah Allah dan Hikmahnya dalam Kehidupan

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan para pengikutnya yang setia mengikuti petunjuk beliau hingga hari kiamat.

Allah ﷻ bersumpah dengan siang dan malam dalam banyak ayat Al-Qur’an. Di antaranya:

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ (١) وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ (٢)

“Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang.” (QS. Al-Lail: 1-2)

Juga dalam firman-Nya:

وَالشَّمْسِ وَضُحٰىهَاۖ (١) وَالْقَمَرِ إِذَا تَلٰىهَاۖ (٢) وَالنَّهَارِ إِذَا جَلّٰىهَاۖ (٣) وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشٰىهَاۖ (٤)

“Demi matahari dan sinarnya di pagi hari, dan demi bulan apabila mengiringinya, dan demi siang apabila menampakkannya, dan demi malam apabila menutupinya.” (QS. Asy-Syams: 1-4)

Keagungan Siang dan Malam dalam Perspektif Islam dan Sains

Sumpah Allah dengan siang dan malam menunjukkan keagungan-Nya dalam menciptakan alam semesta. Dalam ilmu fisika, pergantian siang dan malam adalah akibat dari rotasi bumi terhadap porosnya. Ini adalah bukti kebesaran Allah ﷻ, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلٰفِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِأُولِى الْأَلْبٰبِ (١٩٠)

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali ‘Imran: 190)

Allah menjadikan siang dan malam sebagai waktu yang diberikan kepada manusia untuk beribadah dan beramal. Ada amal yang lebih utama dilakukan di siang hari, seperti shalat dhuha, mencari nafkah yang halal, dan jihad di jalan Allah. Ada pula amal yang lebih utama di malam hari, seperti shalat tahajud, dzikir, dan membaca Al-Qur’an.

Keistimewaan Siang dan Malam di Bulan Ramadhan

Dalam bulan Ramadhan, siang dan malam menjadi sangat berharga. Siangnya diisi dengan ibadah puasa, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari, no. 38; Muslim, no. 760)

Malamnya diisi dengan qiyamul lail, sebagaimana sabda beliau ﷺ:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang mendirikan shalat (tarawih) di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari, no. 37; Muslim, no. 759)

Khususnya di sepuluh malam terakhir, terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Pelajaran dari Siang dan Malam dalam Kehidupan

Siang dan malam juga menggambarkan kondisi kehidupan manusia. Kadang seseorang berada dalam kesulitan (malam yang gelap), dan kadang dalam kemudahan (siang yang terang). Semua ini adalah ujian dari Allah ﷻ, sebagaimana firman-Nya:

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ (٣٥)

“Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kami-lah kalian dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya’: 35)

Seorang hamba yang beriman akan menyikapi semua keadaan dengan kembali kepada Allah. Ketika berada dalam kesulitan, ia bersabar. Ketika berada dalam kemudahan, ia bersyukur, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, seluruh perkaranya adalah baik. Dan itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa musibah, ia bersabar, maka itu baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Jangan Kira Allah Meninggalkan Kita

Ketika seseorang berada dalam kesulitan, jangan pernah mengira bahwa Allah meninggalkannya. Justru kitalah yang sering meninggalkan Allah. Sebagaimana dalam firman-Nya:

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ (٣)

“Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak (pula) membencimu.” (QS. Ad-Dhuha: 3)

Allah selalu bersama hamba-Nya yang taat dan senantiasa memohon pertolongan kepada-Nya. Karena itu, jangan pernah menyia-nyiakan siang dan malam yang Allah berikan. Hendaknya kita senantiasa memperbanyak amal shalih dan bersyukur atas nikmat-Nya, sebagaimana firman Allah:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ (١١)

“Dan terhadap nikmat Rabbmu, maka ceritakanlah.” (QS. Ad-Dhuha: 11)

Penutup

Siang dan malam adalah anugerah dari Allah yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terlebih di bulan Ramadhan, di mana segala amal kebaikan dilipatgandakan. Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja tanpa digunakan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

=======================
Hisyam Khoirul Azzam
Kajian Dhuha, 1 Maret 2025
Catatan inspirasi dari nguping kajian Ust. Muhammad Su’ud, lc, Al-Hafidz


Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar