Al-Jin dan Ramadhan


Ramadhan bukan sekadar menahan lapar. Ia adalah jalan menuju takwa, syukur, dan hidayah.

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Jika puasa benar-benar dijalani dengan iman dan ikhlas, seharusnya ia melahirkan berbagai bentuk ketakwaan. Itulah sebabnya dalam Al-Baqarah, setelah Allah menjelaskan tentang puasa, ayat berikutnya berbicara tentang jihad:

“Perang diwajibkan atas kamu, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu…”
(QS. Al-Baqarah: 216)

Ini bukan kebetulan. Puasa seharusnya melatih kesabaran, pengorbanan, dan kesiapan untuk membela agama Allah. Umat yang kuat adalah umat yang sadar akan tanggung jawabnya.


Puasa dan Keadilan dalam Bermuamalah

Islam mengajarkan keimanan yang menyeluruh (syumuliyyah). Bukan hanya ibadah di masjid, tetapi juga dalam ekonomi, sosial, dan politik.

“Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam takaran dan timbangan).”
(QS. Al-Muthaffifin: 1)

Menipu dalam timbangan, mengoplos bahan bakar, atau merusak pasar demi keuntungan pribadi adalah bentuk pengkhianatan kepada Allah. Orang yang melakukan ini mungkin tampak kaya sebentar, tetapi harta itu akan menjadi beban hisab di akhirat.

“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal.”
(QS. An-Nahl: 96)

Seorang mukmin harus sadar bahwa kekayaan sejati bukanlah harta, melainkan rida Allah.


Umat yang Bersatu dan Memahami Jihad

Sejak dahulu, umat Islam selalu punya musuh. Mereka tidak akan diam jika Islam tegak, sebagaimana firman Allah:

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu jika mereka sanggup.”
(QS. Al-Baqarah: 217)

Jika umat Islam kehilangan fikrah jihad, mereka akan mudah ditindas. Lihat bagaimana Khalifah Abbasiyah dulu mengirim satu pasukan hanya untuk membela satu wanita Muslimah yang dilecehkan.

Maka, umat yang paham jihad adalah umat yang kuat dan bersatu.


Al-Jin dan Makna Rusydu dalam Al-Qur’an

Dalam surat Al-Jin, jin yang menyimpang disebut sufahaa’—makhluk bodoh yang selalu memusuhi Islam dan mendukung orang kafir.

“Di antara kami ada yang saleh dan ada pula yang tidak demikian. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.”
(QS. Al-Jin: 11)

Al-Qur’an datang untuk memberikan rusydu (petunjuk). Tapi hanya orang yang rendah hati yang bisa menerimanya:

“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dari ayat-ayat-Ku…”
(QS. Al-A’raf: 146)

Rusydu adalah jalan hidup yang benar, yang menuntun kepada akhirat. Contohnya:

  • Nabi Ibrahim ketika mendapat rusydu, langsung menegur ayahnya yang menyembah berhala (QS. Maryam: 42).
  • Manusia cenderung membela alihaah (sesembahan), meskipun itu hanyalah sapi atau patung.

Orang beriman beruntung karena sesembahannya adalah Allah.


Syariat Allah: Rahmat, Bukan Beban

Sebagian orang merasa syariat Islam sulit. Padahal, Rasulullah ﷺ sudah memudahkan syariat ini dibandingkan umat-umat sebelumnya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)

Jika masih merasa berat, bukan syariatnya yang sulit, tetapi diri kita yang belum siap.

“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.”
(QS. Thaha: 124)

Banyak negeri yang diberi kenikmatan luar biasa tetapi menolak syariat Allah. Akhirnya, mereka dihukum dengan kehancuran ekonomi, politik, atau sosial.

Fir’aun dulu menganggap aturan Allah buruk, sementara menilai hukum buatannya sendiri lebih baik. Tapi Allah membuktikan bahwa hukum Fir’aun adalah kehancuran bagi dirinya dan kaumnya.

“Dan betapa banyak negeri yang mendustakan peringatan-Ku, maka Aku menyiksanya dengan siksaan yang sangat keras.”
(QS. Al-Hajj: 45)


Kesimpulan: Jadikan Ramadhan sebagai Momentum Rusydu

Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga menghasilkan rusydu, yaitu petunjuk hidup yang benar.

Rusydu bisa dicapai dengan:

  1. Meyakini bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk hidup, dan hanya orang yang rendah hati yang bisa mengambil manfaat darinya.
  2. Menjadikan hidup untuk dakwah dan ishlah masyarakat, sebagaimana Nabi Ibrahim yang menegur ayahnya.
  3. Memahami bahwa syariat Allah adalah rahmat, bukan beban.

Semoga Ramadhan ini menjadikan kita lebih bertakwa, lebih bersyukur, dan lebih mendapatkan hidayah (la’allakum tattaqun, la’allakum tasykurun, la’allahum yarsyudun).

Aamiin.

Berikut daftar doa yang mengandung kata رُشْد (rusydu):


1. Doa Meminta Rusydu Secara Umum

اللَّهُمَّ أَلْهِمْنَا رُشْدَنَا، وَقِنَا شَرَّ أَنْفُسِنَا
Allahumma alhimna rusydana, waqina syarra anfusina.

“Ya Allah, ilhamkanlah kepada kami petunjuk yang lurus (rusydu), dan lindungilah kami dari kejahatan diri kami sendiri.”
(HR. Tirmidzi, no. 3591)


2. Doa Ashabul Kahfi untuk Memohon Rusydu

رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةًۭ وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًۭا
Rabbana aatina min ladunka rahmatan wa hayyi’ lana min amrina rasyada.

“Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus (rusydu) dalam urusan kami.”
(QS. Al-Kahfi: 10)


3. Doa Memohon Agar Tetap di Jalan Rusydu

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ سَبِيلَ الرُّشْدِ وَلَا يَتَّبِعُونَ سَبِيلَ الْغَيِّ
Allahumma aj‘alna minal-ladzina yattabi‘una sabila ar-rusydi wa la yattabi‘una sabila al-ghayyi.

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mengikuti jalan rusydu dan tidak mengikuti jalan kesesatan.”
(Terinspirasi dari QS. Al-A’raf: 146)


4. Doa Rasulullah ﷺ untuk Memohon Rusydu

اللَّهُمَّ أَرِنَا رُشْدَنَا وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِينَ
Allahumma arina rusydana waj‘alna minal raasyidin.

“Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami petunjuk yang lurus (rusydu) dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendapatkan rusydu.”


5. Doa Umar bin Khattab untuk Memohon Rusydu

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الرَّاشِدِينَ، وَاهْدِنِي إِلَى رُشْدِي
Allahumma aj‘alni minal raasyidin, wa ahdini ila rusydi.

“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendapatkan rusydu, dan berilah aku petunjuk kepada rusydu-ku.”


Semoga doa-doa ini bisa menambah daftar do’a kita di bulan Ramadhan dan seterusnya, semoga kita menjadi orang yang mendapatkan rusydu dari Allah. Aamiin.

=======================
Hisyam Khoirul Azzam
Bada Subuh, 28  Februari 2025
Catatan inspirasi dari nguping kajian Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur’rauf, Lc. Alhafidz.


Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar