Ngeyel vs Nyesel: Beda Nasib, Bos!”

Di antara sekian banyak kisah yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an, kisah Iblis menolak sujud dan kisah Nabi Adam yang melanggar larangan Allah adalah dua kisah yang sering dibandingkan. Keduanya sama-sama melanggar perintah Allah, tapi kok hukumannya beda? Adam akhirnya diampuni, sementara Iblis malah langsung diusir. Ada apa gerangan? Apakah ini spesial diskon untuk manusia? Mari kita ulas dengan santai, tapi tetap serius!

Pongah Level Hardcore!

Allah perintahkan para malaikat dan Iblis untuk sujud kepada Adam. Semua patuh, kecuali satu makhluk yang nyeleneh: Iblis. Dengan pongahnya ia berkata:

“Saya lebih baik dari dia, Engkau ciptakan saya dari api, sedangkan dia dari tanah.” (QS. Al-A’raf: 12)

Lha, kalau memang lebih baik, mestinya semakin taat dong? Tapi Iblis malah membangkang. Ini bukan sekadar tidak taat karena lupa atau tergoda hawa nafsu, tapi benar-benar menolak prinsip dasar penghambaan: tunduk total kepada Allah!

Di sinilah kuncinya: ketika seseorang tidak taat tapi masih merasa sebagai hamba Allah, dia masih punya harapan untuk taubat. Tapi kalau sudah merasa lebih baik dari aturan Allah? Wassalam!

Salah, Tapi Masih Ngaku Hamba

Nabi Adam juga pernah melakukan kesalahan dengan memakan buah larangan. Tapi bedanya, beliau tidak membantah Allah! Bahkan langsung sadar diri dan bersama Siti Hawa mengucapkan:

“Ya Rabb kami, sungguh kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, pasti kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf: 23)

Lihat tuh, bedanya jauh banget! Adam tidak beralasan, tidak menyalahkan siapa pun, bahkan langsung mengakui kesalahannya. Itulah yang disebut sebagai sami’na wa atho’na (kami dengar dan kami taat), meskipun beliau sempat khilaf.

Salah bin Songong!

Coba bayangkan ada orang yang ketahuan nyontek, tapi bukannya minta maaf, malah bangga karena berhasil curang. Nah, itu Iblis! Bukannya menyesal, dia malah menantang Allah:

“Ya Allah, beri saya waktu sampai hari kiamat, saya bakal menyesatkan anak-cucu Adam!” (QS. Al-Hijr: 36-39)

Astaghfirullah! Ini mah bukan sekadar melanggar, tapi menantang. Sudah diciptakan, dikasih kesempatan ibadah, eh malah bikin rencana jahat. Wajar kalau langsung diusir!

Andalan Para Hamba Allah

Nabi Adam menyesali dosa dan Allah mengajarkan istighfar yang penuh penghambaan. Bahkan dalam sebuah hadis, Rasulullah menyebut doa berikut sebagai sayyidul istighfar:

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkaulah yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dan janji kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sungguh tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.” (HR. Bukhari)

Subhanallah, bisa di highlight makna yang keren banget nih: Aku adalah hamba-Mu, aku bersalah, aku butuh Engkau!

Ali bin Abi Thalib pernah membaca doa ini sambil senyum. Ketika ditanya, beliau menjawab, Saya pernah melihat Rosul membaca sayyidul istighfar juga sambil tersenyum, “Allah bangga kalau ada hamba-Nya yang sadar hanya Allah yang bisa mengampuni.” Masya Allah!

Tunduk atau Usir?

Dari kisah ini, kita belajar bahwa Allah itu Halim dan Ghofur (Maha Penyantun dan Maha Pengampun), tapi hanya untuk hamba yang masih ngaku hamba! Adam salah, tapi tetap merendah di hadapan Allah. Iblis salah, tapi malah sombong dan menolak penghambaan.

Jadi, kalau kita ingin selamat, pastikan kita berada di jalur Adam, bukan Iblis! Terjerumus berbuat salah? langsung taubat! Jangan malah ngeyel seperti Iblis yang malah mencari-cari pembelaan.

Karena pada akhirnya, bukan soal pernah berbuat dosa atau tidak. Yang terpenting adalah, apakah kita masih mau bersujud atau justru menolak untuk tunduk kepada Allah?

Wallahu a’lam bish-shawab.

=======================
Hisyam Khoirul Azzam
Bada Subuh, 21 Februari 2025
Catatan inspirasi kajian Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur’rauf, Lc. Alhafidz.


Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar