Dalam kehidupan dunia, sering kali kita mengukur keberhasilan seseorang berdasarkan popularitas di masyarakat. Namun, dalam Islam, ada nilai yang jauh lebih tinggi dibanding sekadar dikenal oleh manusia, yaitu menjadi populer di sisi Allah dan para malaikat. Rasulullah ﷺ memberikan banyak petunjuk mengenai keutamaan orang-orang yang mungkin tidak dikenal di dunia, tetapi memiliki kedudukan mulia di akhirat.
1. Keutamaan Orang yang Tidak Populer di Masyarakat, tetapi Mulia di Sisi Allah
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan bahwa seseorang yang tampak biasa di masyarakat bisa memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah jika ia memiliki ilmu dan amal shalih. Allah menilai hamba-Nya bukan dari popularitasnya di dunia, tetapi dari ketakwaannya, sebagaimana firman-Nya:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara kalian.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Hadits juga menegaskan bahwa ada orang-orang yang tidak dikenal oleh manusia, tetapi dikenal di langit:
رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالْأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ
“Betapa banyak orang yang berpenampilan kusut, diusir dari pintu rumah (karena miskin dan tidak dikenal), tetapi jika ia bersumpah atas nama Allah, Allah pasti mengabulkannya.” (HR. Muslim No. 2622)
Orang-orang ini tidak memiliki pengaruh besar di dunia, tetapi doa mereka mustajab dan memiliki posisi istimewa di sisi Allah.
2. Takdir Allah dalam Popularitas dan Kepemimpinan
Kepemimpinan dan popularitas adalah karunia dari Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, terlepas dari kemampuan atau prestasi orang tersebut. Ada orang yang tidak memiliki keahlian yang menonjol, tetapi bisa menjadi pemimpin karena takdir Allah. Sebaliknya, ada yang lebih layak secara kapasitas, tetapi tidak mendapatkan jabatan tersebut.
Allah berfirman:
تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ
“Engkau (Allah) memberikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau mencabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki.” (QS. Ali Imran: 26)
Hal ini juga ditegaskan oleh Rasulullah ﷺ:
إِنَّ اللَّهَ يُؤَيِّدُ هَذَا الدِّينَ بِالرَّجُلِ الْفَاجِرِ
“Sesungguhnya Allah menolong agama ini dengan seseorang yang fasik.” (HR. Al-Bukhari No. 3062)
Artinya, kepemimpinan bisa jatuh kepada orang yang mungkin tidak memiliki kualitas terbaik, tetapi Allah tetap menggunakannya untuk menjalankan ketetapan-Nya.
3. Orang-Orang Biasa yang Mendapatkan Kedudukan Istimewa di Akhirat
Di hari kiamat, Rasulullah ﷺ menggambarkan bahwa di antara orang-orang pertama yang masuk surga adalah mereka yang di dunia terlihat biasa saja dan miskin.
قُمْتُ عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينُ، وَأَصْحَابُ الْجَدِّ مَحْبُوسُونَ
“Aku berdiri di pintu surga, maka aku melihat kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang miskin, sedangkan orang-orang kaya tertahan (dihisab lebih lama).” (HR. Al-Bukhari No. 6547, Muslim No. 2736)
Bahkan, meskipun mereka hanya mampu bersedekah dalam jumlah kecil, nilai sedekahnya lebih besar dibanding orang kaya yang bersedekah dalam jumlah sama. Rasulullah ﷺ bersabda:
سَبَقَ دِرْهَمٌ مِائَةَ أَلْفِ دِرْهَمٍ
“Satu dirham bisa mengalahkan seratus ribu dirham.”
Sahabat bertanya, “Bagaimana bisa?” Rasul menjawab, “Ada seorang yang hanya punya dua dirham, lalu ia sedekahkan satu dirhamnya. Sementara yang lain memiliki harta yang banyak dan hanya menyedekahkan seratus ribu dari kekayaannya.” (HR. An-Nasa’i No. 2527, dihasankan oleh Al-Albani)
Oleh karena itu, meskipun seseorang miskin dan tidak dikenal, selama ia ikhlas dan beramal shalih, ia memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah.
4. Wanita dan Ujian Kehidupan: Jodoh, Musibah, dan Neraka
A. Wanita yang Banyak Masuk Neraka dan Hikmahnya
Dalam hadits, Rasulullah ﷺ melihat mayoritas penghuni neraka adalah wanita:
اطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ
“Aku melihat ke dalam neraka, ternyata mayoritas penghuninya adalah wanita.” (HR. Al-Bukhari No. 304, Muslim No. 80)
Hadits ini bukanlah bentuk diskriminasi, tetapi justru peringatan penuh kasih sayang dari Rasulullah ﷺ agar wanita lebih berhati-hati dalam amalannya. Banyak hadits lain yang menyebutkan amalan yang bisa menyelamatkan mereka, seperti:
- Memperbanyak istighfar dan doa: اللهم أجرني من النار
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari neraka.” - Bersedekah walaupun kecil: اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ
“Lindungilah diri kalian dari api neraka, walaupun hanya dengan separuh kurma.” (HR. Al-Bukhari No. 1413, Muslim No. 1016)
B. Wanita dan Ujian Jodoh
Pernikahan bukan jaminan keshalihan. Istri Nabi Nuh dan Nabi Luth adalah contoh wanita yang tidak mengikuti suami mereka dalam keimanan, sementara Asiyah, istri Fir’aun, justru menjadi wanita terbaik di dunia meskipun hidup dalam lingkungan yang penuh kezaliman.
Allah berfirman:
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ… وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ
“Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir (yaitu) istri Nuh dan istri Luth… dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang beriman, istri Fir’aun.” (QS. At-Tahrim: 10-11)
Begitu juga dengan Maryam yang tetap mulia meskipun tidak menikah:
وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ
“Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu atas wanita seluruh alam.” (QS. Ali Imran: 42)
Kesimpulan
Menjadi populer di dunia bukanlah jaminan kebahagiaan di akhirat. Yang lebih utama adalah bagaimana kita bisa dikenal oleh Allah dan para malaikat karena ketakwaan dan amal shalih kita.
=======================
Hisyam Khoirul Azzam
Bada Isya, 19 Februari 2025
Catatan inspirasi kajian Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur’rauf, Lc. Alhafidz.
Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
