Tahsin Akhlaq, emang ada?

Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup bagi setiap Muslim, sebagaimana firman Allah:

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”
(QS. Al-Isra’ [17]: 9)

Untuk memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dengan baik, seseorang harus melalui dua tahapan utama: Tahsin Tilawah dan Tahsin Akhlak. Kedua hal ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

1. Tahsin Tilawah: Memperbaiki Bacaan Al-Qur’an

Tahsin tilawah adalah upaya memperbaiki cara membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Allah telah menurunkan Al-Qur’an dengan lafaz yang indah, sehingga seorang Muslim diperintahkan untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil:

“… Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil (perlahan-lahan dan benar).”
(QS. Al-Muzzammil [73]: 4)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Dan orang yang terbata-bata dalam membacanya serta bersusah payah (belajar) akan mendapatkan dua pahala.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan betapa pentingnya tahsin tilawah dalam kehidupan seorang Muslim. Membaca Al-Qur’an dengan benar tidak hanya merupakan bentuk ibadah, tetapi juga cara untuk menjaga keaslian wahyu Allah.

2. Tahsin Akhlak: Memperbaiki Perilaku dengan Memahami Makna Al-Qur’an

Tahsin akhlak adalah proses memperbaiki diri dengan memahami kandungan Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an tidak hanya sekadar untuk dibaca, tetapi juga untuk dijadikan pedoman dalam bertingkah laku. Allah berfirman:

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
(QS. Al-Qalam [68]: 4)

Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah ﷺ, beliau menjawab:

“Akhlak beliau adalah Al-Qur’an.”
(HR. Muslim)

Dari sini kita belajar bahwa tahsin akhlak berarti menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam berperilaku. Memahami tafsir dan makna ayat-ayat Al-Qur’an akan membimbing seseorang untuk berakhlak mulia, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.

3. Keterkaitan Tahsin Tilawah dan Tahsin Akhlak

Keduanya bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Tilawah yang benar akan memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap isi Al-Qur’an, sedangkan pemahaman yang baik akan membentuk akhlak yang sesuai dengan ajaran Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari)

Ayat dan hadis ini menunjukkan bahwa membaca (tilawah) dan mengamalkan (akhlak) Al-Qur’an adalah dua hal yang harus berjalan beriringan.

Kesimpulan

Belajar Al-Qur’an tidak hanya sebatas memperbaiki bacaan (tahsin tilawah), tetapi juga harus diiringi dengan memperbaiki akhlak (tahsin akhlak). Semoga kita semua diberikan keistiqamahan dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sehingga mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai cahaya dalam hati kami, petunjuk dalam hidup kami, dan syafaat bagi kami di akhirat kelak. Aamiin.”

Hisyam Khoirul Azzam


Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar