Menghidupkan Hati dengan Ilmu: Bekal Menuju Hari Pembalasan

Sumber : Sunan Kalisari


Urgensi Menuntut Ilmu dan Keimanan kepada Hari Akhir

Surat ‘Abasa, yang berarti “cemberut,” memiliki pesan mendalam bagi umat manusia. Nama surat ini diambil dari kata kerja yang unik, mengingatkan kita pada kondisi manusia yang sering kali jauh dari perhatian terhadap hal-hal penting. Salah satu pesan penting dari surat ini adalah urgensi memahami kondisi hari akhirat, di mana manusia akan jauh dari orang-orang terdekatnya. Surat ini memberikan gambaran mengerikan tentang hari akhir, saat setiap orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Hal ini sejalan dengan pesan surat At-Takwir, yang menekankan kesadaran manusia untuk bertanya, “Apa saja yang sudah aku lakukan di dunia?”

Solusi dari semua itu adalah kembali kepada Al-Qur’an. Barang siapa yang senantiasa mengingatkan dirinya dengan Al-Qur’an, maka ketika tiba saatnya manusia melihat apa yang telah ia perbuat (‘alimat nafsun maa ahdarat), ia akan ingat akan kebaikan-kebaikannya, insya Allah.

Menuntut Ilmu sebagai Bekal Akhirat

Keutamaan menuntut ilmu menjadi pondasi penting dalam kehidupan seorang Muslim. Menuntut ilmu bukan hanya sekadar untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga untuk menanamkan iman, mendekatkan diri kepada Allah, dan memperbaiki diri. Mencari ilmu harus dilakukan dengan menghadiri majelis ilmu bersama guru, serta memperkaya wawasan dengan membaca. Dalam proses ini, adab sangatlah penting. Dengan menjaga adab dalam belajar, Allah akan memberikan keberkahan yang membuat ilmu yang sedikit pun menjadi lebih bermanfaat.

Seorang pencari ilmu yang benar-benar direkomendasikan di sisi Allah adalah mereka yang memiliki niat untuk menolong, menjadi pribadi shalih, dan membersihkan jiwanya (yazzakka). Menuntut ilmu dengan tujuan menjadi ahluddakwah atau ahlujihaad membutuhkan jiwa yang bersih dan niat yang lurus.

Adab dan Niat dalam Menuntut Ilmu

Bermajlis ilmu, pada hakikatnya, adalah proses mendengar dan memahami berulang kali hingga membentuk pola pikir dan jiwa. Terkadang, kita merasa tidak bersemangat atau tidak berselera, namun tetap menghadiri majelis ilmu adalah bentuk kesungguhan yang akan membawa hidayah, meskipun itu baru dirasakan pada kesempatan yang keseratus. Penting untuk menilai diri sendiri secara objektif dan menerima masukan dari orang lain agar terus tumbuh dalam kebaikan.

Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, manusia tidak boleh menyerah dalam menuntut ilmu. Justru di saat seperti itulah pertolongan Allah akan datang. Allah akan membukakan jalan bagi siapa saja yang benar-benar ingin memperbaiki dirinya, meskipun dengan upaya yang kecil.

Keutamaan Berdakwah dan Ilmu yang Berkah

Ilmu yang berkah adalah ilmu yang membawa kita semakin dekat kepada Allah dan hari akhirat. Orang yang memikirkan akhirat secara mendalam akan memperoleh ilmu ihtisaaban—ilmu yang menguatkan keyakinan dan memperbaiki amal. Ilmu ini menjadi percepatan untuk menjadi lebih baik, memperbaiki diri, dan menyebarkan kebaikan kepada orang lain. Dalam berdakwah, penting untuk memprioritaskan mereka yang berminat belajar (ta’liimulmuqbiliin awla min ta’liimulmudbiriin). Namun, ini bukan berarti meninggalkan mereka yang enggan, melainkan memberikan perhatian lebih kepada mereka yang siap menerima kebenaran.

Kesimpulan: Menjadi Ahli Ilmu dan Iman

Orang yang imannya kurang biasanya disebabkan oleh kurangnya ilmu. Karenanya, ilmu dan iman saling berkaitan. Seseorang yang menuntut ilmu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah akan merasakan kedekatan dengan hari akhirat. Sebaliknya, mereka yang lalai dari ilmu akan kehilangan arah dalam kehidupan. Oleh sebab itu, jadilah salah satu dari empat golongan: orang yang berilmu, yang belajar ilmu, yang mendengarkan ilmu, atau yang mencintai ilmu. Dengan begitu, kita akan menjadi bagian dari orang-orang yang diberi derajat tinggi oleh Allah karena keilmuannya.


=======================
Hisyam Khoirul Azzam
Bada Subuh, 25  Januari 2025
Catatan inspirasi kajian Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur’rauf, Lc. Alhafidz.


Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar