Mata bisa Buta, tapi jangan biarkan hati dan ilmu kita yang Buta.

Inspirasi : Sunan Kalisari

Tentu, berikut narasi yang lebih lengkap dengan dalil-dalil yang relevan:


Saudaraku, mari kita merenung dan mengambil teladan dari kisah seorang sahabat Rasulullah yang luar biasa, Abdullah bin Ummi Maktum. Meskipun beliau dikenal sebagai “si buta” dalam Al-Qur’an, semangat beliau dalam menuntut ilmu dan beribadah tidak pernah pudar. Nama beliau memang tidak langsung disebutkan dalam Al-Qur’an, tetapi siapa pun yang memahami ayat ini pasti tahu siapa yang dimaksud: seorang sahabat yang begitu mencintai ilmu dan berusaha sekuat tenaga meski dalam keterbatasan fisik.

Abdullah bin Ummi Maktum adalah contoh nyata keteguhan dalam menghadapi rintangan hidup. Beliau adalah sosok yang penuh semangat belajar. Bahkan ketika ada teguran dari Allah kepada Rasulullah, karena mengabaikan Abdullah yang datang dengan penuh kerendahan hati, kita belajar bahwa tidak ada alasan bagi seorang guru untuk memilih-milih siapa yang layak diberi perhatian dalam menuntut ilmu. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Dia (Rasulullah) berpaling dan cemberut, karena seorang buta datang kepadanya. Dan tahukah kamu, barangkali dia (Abdullah bin Ummi Maktum) ingin membersihkan diri, atau ingin mendapatkan nasihat yang memberikan manfaat baginya.”
(Surah Abasa, 80:1-4)

Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa seorang guru harus selalu memberi perhatian kepada semua murid tanpa membedakan latar belakang mereka. Semangat untuk belajar harus didorong tanpa memandang siapa yang datang dan dengan keterbatasannya sekalipun.

Satu pelajaran besar datang dari suatu peristiwa, ketika Abdullah bin Ummi Maktum bertanya langsung kepada Nabi Muhammad SAW, “Apakah saya tetap harus berjamaah di masjid, padahal rumah saya jauh dan banyak rintangan?” Rasulullah SAW tetap memberikan nasihat yang penuh kasih sayang dan mendorong beliau untuk berjamaah di masjid, karena pahala besar yang terkandung dalam ibadah berjamaah. Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Jika salah seorang di antara kalian mendengar adzan, lalu tidak datang ke masjid, maka tidak ada alasan bagi seseorang untuk tidak datang, kecuali karena ada uzur.”
(Hadits Riwayat Abu Dawud)

Hadits ini mengingatkan kita betapa pentingnya berjamaah di masjid, meskipun ada banyak halangan. Rasulullah menganjurkan untuk tidak melewatkan kesempatan berjamaah karena pahala yang sangat besar bagi yang melaksanakannya.

“Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”
(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan betapa besar nilai ibadah berjamaah di sisi Allah, dan betapa pentingnya kita untuk tidak mengabaikannya.

Betapa ironisnya, saudaraku, kita yang hidup di zaman serba mudah, dengan fasilitas lengkap, dan jarak yang tak jauh, sering kali enggan untuk belajar atau berjamaah. Kita sering kali menunda-nunda, padahal pahala yang kita lewatkan begitu besar. Abdullah bin Ummi Maktum adalah teladan bagi kita semua. Meski dengan keterbatasannya, beliau tetap semangat menuntut ilmu dan berjamaah, tidak pernah menjadikan kekurangan fisik sebagai halangan.

Mari kita merenung, apakah kita akan terus-menerus menunda-nunda untuk belajar, berjamaah, dan beribadah hanya karena alasan yang sebenarnya tidak seberapa? Jangan sampai kita melewatkan kesempatan besar yang telah Allah berikan melalui setiap amal ibadah dan ilmu yang kita dapatkan.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, hati mereka menjadi takut, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambah iman mereka.”
(Surah Al-Anfal, 8:2)

Semangat belajar dan semangat berjamaah adalah kunci untuk meraih kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat. Marilah kita meneladani semangat Abdullah bin Ummi Maktum, terus belajar dan terus beribadah, meski dengan segala keterbatasan. Semoga Allah memberkahi setiap usaha kita.


Semoga tulisan ini bisa memberikan semangat bagi kita semua untuk lebih giat dalam belajar dan berjamaah, pesan teladan dari sahabat mulia Abdullah bin Ummi Maktum.

=======================
Hisyam Khoirul Azzam
Bada Subuh, 25 Januari 2025
Catatan inspirasi kajian Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur’rauf, Lc. Alhafidz.


Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar