
Inspirasi : Sunan Kalisari
Konflik dalam rumah tangga adalah hal yang wajar terjadi, karena pada dasarnya setiap manusia diciptakan dengan perbedaan sifat, karakter, dan cara pandang. Bahkan, Allah telah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa manusia memang diciptakan untuk saling menguji satu sama lain:
“Dan Kami jadikan sebagian kalian sebagai ujian bagi sebagian yang lain, maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat.” (QS. Al-Furqan: 20)
Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa setiap hubungan antar manusia, termasuk hubungan suami-istri, berpotensi menjadi ujian. Namun, ujian tersebut sejatinya merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, jika disikapi dengan benar.
Konflik Rasulullah SAW: Teladan untuk Umat
Sekelas Rasulullah SAW, manusia paling mulia, pun pernah mengalami konflik dalam rumah tangga. Salah satu contohnya adalah ketika beliau menghadapi kesulitan ekonomi yang memengaruhi hubungan dengan istri-istrinya. Dalam sebuah hadits, diceritakan bahwa para istri Rasulullah meminta tambahan nafkah, namun Rasulullah tidak mampu memenuhinya.
Rasulullah kemudian mengambil langkah untuk menenangkan diri selama sebulan. Setelah itu, Allah menurunkan ayat:
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu: ‘Jika kamu mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu menghendaki Allah dan Rasul-Nya serta (kebahagiaan) negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar.'” (QS. Al-Ahzab: 28-29)
Ayat ini mengajarkan kita untuk kembali kepada Al-Qur’an sebagai solusi dalam menghadapi konflik. Dengan bimbingan wahyu, Rasulullah mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan cara yang bijak.
Pernikahan Adalah Ibadah Terpanjang
Pernikahan merupakan ibadah terpanjang dalam hidup manusia. Jika sholat memiliki awal (takbir) dan akhir (salam), maka pernikahan dimulai dari akad hingga berpisah, baik karena kematian atau perceraian. Dalam rentang waktu yang panjang ini, dua pilar utama untuk meraih keberkahan adalah:
- Sabar
Sabar adalah kunci menghadapi ujian dalam pernikahan. Allah berfirman: “Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46) Konflik rumah tangga sering kali memerlukan kesabaran ekstra, baik dalam menghadapi perbedaan pendapat, kesulitan ekonomi, maupun tantangan lainnya. - Syukur
Syukur adalah kunci menjaga keberkahan dalam rumah tangga. Allah berfirman: “Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7) Mensyukuri pasangan dan segala nikmat yang Allah berikan akan membuat hubungan semakin harmonis dan penuh keberkahan.
Mengelola Konflik dengan Al-Qur’an dan Sunnah
Dalam menghadapi konflik rumah tangga, ada beberapa langkah yang bisa diambil berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah:
- Meminta Pertolongan Allah
Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya berdoa dan memohon petunjuk kepada Allah dalam setiap urusan. Beliau bersabda: “Doa adalah senjata orang mukmin.” (HR. Hakim) Ketika menghadapi konflik, jangan lupa untuk meminta pertolongan Allah agar diberi ketenangan hati dan kemudahan dalam menyelesaikan masalah. - Berkomunikasi dengan Baik
Allah berfirman: “Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah: 83) Komunikasi yang baik dapat meredam emosi dan mencegah konflik semakin membesar. - Bermusyawarah
Dalam Al-Qur’an, musyawarah dianjurkan sebagai cara untuk mengambil keputusan: “…Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka…” (QS. Asy-Syura: 38) Bermusyawarah dengan pasangan menunjukkan penghargaan terhadap pendapatnya dan membantu menemukan solusi yang adil.
Penutup
Konflik rumah tangga bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk meraih keberkahan jika disikapi dengan sabar, syukur, dan kembali kepada tuntunan Al-Qur’an. Jadikan pernikahan sebagai ladang pahala yang terus bertumbuh, dan ingatlah bahwa setiap ujian yang dihadapi bersama akan memperkuat ikatan cinta dan keimanan.
Wallahu a’lam.
Hisyam Khoirul Azzam
Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
