Menjaga Ladang Cinta Sejati

Saudaraku, bayangkan cinta yang indah dalam sebuah hubungan. Bukankah cinta sejati adalah tentang saling memberi, bukan hanya meminta? Demikian pula dalam hubungan kita dengan Allah. Cinta kita kepada-Nya diwujudkan dalam amal-amal kebaikan yang kita persembahkan.

Namun, tahukah kamu bahwa kebaikan itu ibarat ladang luas yang penuh peluang? Allah, dengan segala kemuliaan-Nya, telah menyiapkan ladang amal bagi kita. Tapi, ladang ini punya sebuah aturan yang tak bisa dilanggar: “Jika kita tak menggarapnya, ladang itu tetap akan tumbuh subur, tapi bukan untuk kita—melainkan untuk orang lain yang lebih siap.”

Inilah yang disebut dengan sunnatul istibdal—hukum pergantian dalam kebaikan. Jika kita tak bergerak mempersembahkan kebaikan, Allah akan memilih hati lain, tangan lain, dan langkah lain untuk melaksanakan tugas itu.

Namun, renungkanlah sejenak: bukankah menyedihkan jika kita kehilangan kesempatan menjadi hamba yang dicintai-Nya? Karena sejatinya, amal bukan tentang siapa yang lebih sempurna, tapi tentang siapa yang terus berusaha.

Mari kita bicara tentang cinta dalam amal. Saat kita memberikan cinta kepada pasangan, keluarga, atau orang lain, kita merasa dihargai dan dicintai kembali. Sama halnya dengan amal kebaikan kepada Allah. Ketika kita terus beramal, Allah membalasnya dengan cinta yang jauh lebih besar, dengan pahala yang tak terukur, bahkan dengan kedekatan yang lebih intim kepada-Nya.

Karena itu, jangan biarkan hati kita kosong dari kebaikan. Jangan biarkan peluang-peluang kecil berlalu begitu saja. Mungkin kebaikan yang kita pandang sederhana—membantu orang lain, senyum kepada sesama, atau menjaga hubungan baik dengan pasangan—adalah jalan menuju cinta terbesar dari Allah.

Kita mungkin merasa lemah, merasa tidak cukup baik. Tapi Allah tidak meminta kita sempurna, hanya meminta kita berusaha. Dengan usaha itu, kita akan merasakan betapa indahnya menjadi bagian dari kebaikan, bagian dari cinta yang terus tumbuh tanpa pernah tergantikan.

Jadi, mari bertanya pada hati kita hari ini: Apakah aku rela kehilangan kesempatan untuk menjadi ladang cinta-Nya? Jika jawabannya tidak, maka jangan berhenti beramal. Karena dalam setiap langkah kebaikan, ada cinta Allah yang menanti kita.

Wallahu a’lam bishshawab.

=======================
Hisyam Khoirul Azzam
Bada Subuh, 23 Januari 2025
Catatan inspirasi kajian Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur’rauf, Lc. Alhafidz.


Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar