Nikmat Allah: Antara ‘Aa Laa’ & ‘Ni’mah’

Di dalam Al-Qur’an, nikmat yang Allah berikan kepada manusia dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu Aa Laa dan Ni’mah. Kedua istilah ini merujuk pada bentuk kenikmatan yang berbeda:

  1. Aa Laa: Nikmat ini berfokus pada kebahagiaan fisik dan materi, seperti rezeki harta, kesehatan, cahaya matahari, dan anugerah alam lainnya yang bersifat duniawi. Contohnya, ketika kita diberikan tubuh yang sehat, makanan yang cukup, atau kemudahan dalam memperoleh harta.
  2. Ni’mah: Nikmat ini adalah kebahagiaan spiritual yang bersumber dari hidayah Allah. Di antaranya adalah kemudahan dalam mendirikan shalat, keinginan untuk bertaubat dan beristighfar, kemampuan untuk bersedekah dengan ikhlas, serta ketaatan dalam menjalankan perintah Allah. Nikmat ini lebih mendalam karena berhubungan dengan kehidupan akhirat.

Korelasi antara Nikmat Aa Laa dan Ni’mah

Tidak sedikit manusia yang mendapatkan nikmat Aa Laa tetapi lalai untuk meraih nikmat hidayah (Ni’mah). Mereka tenggelam dalam kemewahan duniawi, sehingga lupa bahwa kebahagiaan sejati berasal dari dekatnya hubungan dengan Allah. Sebaliknya, ada pula orang yang Allah berikan nikmat hidayah, tetapi mereka tidak mampu memanfaatkan hal tersebut untuk mengelola nikmat dunia yang dimiliki.

Idealnya, kedua nikmat ini saling melengkapi. Nikmat Aa Laa yang Allah berikan seharusnya memotivasi kita untuk meraih nikmat hidayah, seperti menggunakan harta untuk bersedekah atau kesehatan untuk beribadah. Sebaliknya, nikmat Ni’mah seperti keimanan dan ketaqwaan dapat membawa keberkahan dalam nikmat Aa Laa.

Bahaya Kufur Nikmat

Allah mengingatkan tentang bahaya kufur nikmat, baik nikmat duniawi maupun hidayah. Ketika manusia kufur terhadap nikmat Aa Laa, mereka lupa bahwa semua yang dimiliki berasal dari Allah. Hal ini dapat menjadikan harta dan kekuasaan sebagai ujian yang berujung kepada kehancuran. Contohnya adalah Qarun, yang dibinasakan karena kesombongannya atas kekayaan yang ia miliki (QS. Al-Qasas: 76-81).

Di sisi lain, kufur terhadap nikmat hidayah juga sangat berbahaya. Orang yang kufur nikmat hidayah akan menjauh dari Allah, bahkan menantang keberadaan-Nya. Hal ini digambarkan dalam firman Allah:

“Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, ‘Ya Allah, jika (Al-Qur`ān) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.’”
(QS. Al-Anfal: 32)

Ayat ini menggambarkan bagaimana manusia yang tidak mendapatkan nikmat hidayah dapat bersikap sombong, hingga berani menantang Allah untuk mendatangkan azab-Nya.

Memperkuat Syukur atas Nikmat

Sebagai hamba Allah, kita harus terus berusaha latah dalam bersyukur atas segala nikmat yang diberikan, baik nikmat Aa Laa maupun Ni’mah. Cara bersyukur atas nikmat Aa Laa adalah dengan menggunakan rezeki dan potensi fisik kita untuk kebaikan. Sedangkan, cara bersyukur atas nikmat Ni’mah adalah dengan menjaga iman, meningkatkan ketaatan, serta memperbanyak amal ibadah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Allah.”
(HR. Abu Daud)

Syukur yang tulus akan mendatangkan keberkahan, sebagaimana Allah menjanjikan dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS. Ibrahim: 7)

Penutup

Semoga kita termasuk golongan yang mampu mensyukuri nikmat Aa Laa dan Ni’mah secara bersamaan. Dengan begitu, nikmat duniawi yang kita rasakan dapat membawa kita kepada nikmat ukhrawi yang lebih besar. Jangan sampai kita menjadi manusia yang kufur terhadap salah satu dari kedua nikmat tersebut, karena hanya dengan keberkahan dari Allah, kehidupan kita akan bahagia di dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam bish-shawab.

====================

Hisyam Khoirul Azzam, Bada Subuh, 21 Januari 2025, Catatan inspirasi kajian Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur’rauf, Lc. Alhafidz.


Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar