Pendahuluan
Dalam Al-Qur’an, kata Al-Haq disebutkan sebanyak 250 kali dengan berbagai makna yang mendalam. Secara harfiah, Al-Haq berarti kebenaran, sesuatu yang pasti, atau sesuatu yang tidak diragukan keberadaannya. Maknanya bergantung pada konteks ayat, sering kali merujuk kepada Allah SWT, Islam, Al-Qur’an, Hari Kiamat, atau kewajiban seperti hutang. Pemahaman terhadap makna Al-Haq sangat penting karena ia adalah prinsip dasar yang membimbing umat manusia menuju jalan yang benar.
Namun, dalam realitas kehidupan, banyak umat Islam yang mengakui kebenaran Al-Qur’an, menjalankan ibadah seperti shalat dan puasa, tetapi belum sepenuhnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam seluruh aspek kehidupan. Fenomena ini telah diperingatkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ”. قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: “الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ”.
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya, di mana orang yang dusta dipercaya, dan orang yang jujur didustakan. Orang yang khianat dianggap amanah, dan orang yang amanah dianggap khianat. Pada saat itu, orang yang rendah (ruwaibidhah) berbicara.” Para sahabat bertanya: “Siapakah ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab: “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang banyak.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim)
Hadits ini relevan dengan kondisi zaman sekarang, di mana fitnah dan kebingungan menjadi tantangan besar bagi umat Islam. Bagaimana kita seharusnya memahami dan mengamalkan Al-Haq dalam konteks kehidupan saat ini?
Makna Al-Haq dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an memberikan banyak penekanan pada Al-Haq sebagai prinsip yang mengarahkan manusia menuju kebenaran yang hakiki. Beberapa makna Al-Haq yang utama adalah:
- Allah SWT sebagai Al-Haq
Dalam Surat Al-Hajj ayat 6, Allah berfirman:
“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah, Dialah Al-Haq, dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang telah mati, dan sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
Ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT adalah kebenaran mutlak, pencipta dan pengatur kehidupan. Tidak ada kebenaran selain Dia. - Al-Qur’an sebagai Kebenaran
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman:
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”
Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang benar, yang tidak ada sedikit pun keraguan di dalamnya. Setiap muslim wajib menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan utama dalam kehidupan pribadi, sosial, dan politik. - Islam sebagai Jalan yang Benar
Dalam Surat Ali Imran ayat 19, Allah menyatakan:
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.”
Islam adalah agama yang membawa Al-Haq, dan setiap muslim diperintahkan untuk mengamalkannya secara menyeluruh. - Hari Kiamat sebagai Kebenaran yang Pasti
Dalam Surat Al-Hijr ayat 85, Allah berfirman:
“Dan sungguh, hari Kiamat itu pasti datang…”
Ini adalah peringatan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan akan ada pertanggungjawaban di akhirat.
Fitnah Kepemimpinan dan Tantangan Zaman
Hadits di atas menjelaskan bahwa umat Islam akan menghadapi zaman penuh fitnah, di mana kebenaran (Al-Haq) sering kali diabaikan. Beberapa tanda fitnah tersebut adalah:
- Orang yang jujur dianggap dusta, dan yang dusta dipercaya
Ini adalah fenomena di mana kejujuran tidak lagi dihargai, sedangkan kebohongan menjadi norma. Hal ini sering terlihat dalam dunia politik dan media. - Orang yang amanah dianggap khianat, dan yang khianat dianggap amanah
Amanah, sebagai salah satu pilar Islam, mulai ditinggalkan. Banyak pemimpin atau tokoh yang justru mengecewakan umat. - Munculnya Ruwaibidhah
Rasulullah SAW menyebut ruwaibidhah sebagai orang yang bodoh namun diberi kuasa atas urusan orang banyak. Hal ini mencerminkan krisis kepemimpinan yang membuat umat kehilangan arah.
Solusi: Menjadikan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup
Untuk menghadapi fitnah zaman ini, umat Islam harus kembali kepada Al-Haq sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Beberapa langkah yang dapat diambil adalah:
- Mengamalkan Islam secara Kaffah
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 208:
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan).”
Tidak boleh ada dualisme dalam menjalankan Islam. Al-Qur’an harus menjadi panduan dalam semua aspek kehidupan, baik spiritual maupun duniawi. - Meningkatkan Pemahaman tentang Al-Qur’an
Setiap muslim harus belajar dan memahami Al-Qur’an, bukan hanya membacanya. Dengan memahami makna Al-Haq, kita dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan. - Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Umat Islam harus aktif dalam menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, baik dalam skala individu maupun masyarakat. - Memilih Pemimpin yang Berpegang pada Syariat
Dalam memilih pemimpin, umat Islam harus memastikan bahwa mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh pada Al-Haq dan syariat Islam, bukan yang hanya mencari kepentingan pribadi atau kelompok.
Kesimpulan
Kebenaran (Al-Haq) adalah landasan utama kehidupan seorang muslim. Namun, fitnah kepemimpinan dan politik sering kali menguji komitmen umat terhadap kebenaran ini. Dengan berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, serta menjauhi hawa nafsu, umat Islam dapat menghadapi tantangan zaman dan tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT.
Wallahu a’lam bish-shawab.
=======================
Hisyam Khoirul Azzam
Bada Isya, 21 Januari 2025
Catatan inspirasi kajian Gurunda KH. Abdul Aziz Abdur’rauf, Lc. Alhafidz.
Eksplorasi konten lain dari KaliSantri Pabelan
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
